S
|
etiap hari, pak Ahmad selalu standby ditempat
parkir GMT mulai pukul 22.00-03.00 WITA sesuai dengan pembagian shift
yang dibagi menjadi tiga shift yaitu shift siang (Pukul 08.00-15.00 WITA),
Shift malam (Pukul 15.00-22.00 WITA) dan Shift tengah malam (Pukul 22.00-03.00
WITA). Tangannya melambai-lambai mengisyaratkan sesuatu sembari meniup peluit
yang ia gantungkan di lehernya. Semua kendaraan yang masuk ia atur sedemikian
rupa agar tertib dan tertata rapi. Dan dengan cekatan pula, ketika ada pemilik
kendaraan yang ingin keluar dari tempat parkiran, ia beri aba-aba dengan
perlahan agar tak bergesekan satu sama lain sampai kendaraan itu
benar-benar keluar tanpa ada lecet, goresan dan kekurangan
sedikitpun
Dengan tarif Rp.2.000 untuk kendaraan bermotor
dan Rp.3.000 untuk kendaraan Mobil, Tengah malam tanpa merasakan ngantuk, ia
pun masih tegap mengurusi lalu lalang kendaraan yang ia pun tidak
tahu itu punya siapa. Tak tahu sampai kapan ia harus menjaga dan harus
selalu siaga tanpa pernah bisa berharap untuk beristirahat walau
sejenak. Baru saja duduk melepas dahaga, ada saja kendaraan yang ingin masuk
dan ia pun harus merelakan letih yang selalu datang setiap saat
mengusik ketenangannya.
Kadang betisnya terasa sakit ketika pulang
kerumah, tapi semuanya itu ia harus lakukan, Ia tak pernah marah ketika mobil
dari berbagai level, dari yang paling murah sampai yang paling mahal akhirnya
diambil oleh si pemilik mobil. Karena ia tahu kendaraan itu bukan miliknya.
Yaa... Sekedar di titipkan kepadanya yang sewaktu-waktu dapat diambil
terserah waktunya oleh si pemilik. Biasanya pada pukul 23.00 wita, preman-preman
dari lorong Rambutan datang untuk menagih uang keamanan, supaya merasa aman pak
ahmad biasa memberi Rp10.000 kepada preman.
Pak ahmad menceritakan berbagai pengalannya
mulai dari dia menggantikan helm yang hilang dan bahkan sesekali ia pernah
dipukuli oleh orang yang sedang mabuk, dia cerita bahwa, waktu itu ada seorang
pria kekar berjumlah enam orang yang sedang mabuk keluar dari Karaoke Nav pukul
02.00 wita dinihari, mereka menggunakan tiga motor saling berboncengan pria itu
tidak mau membayar uang parkir, katanya tidak ada uang kecil, namun pak Ahmad
tetap menagih karena merasa punya uang kecil untuk mengganti kembalian, namun
malahan ia dipukuli dibagian berutnya yang begitu terasa sakitnya, kemudian
pria-pria tersebut pergi begitu saja.
kita bisa mengambil pelajaran yang sangat
berharga. Bahwa semua yang ada pada diri kita, entah itu dari anggota
badan, keluarga dan harta hanyalah sebuah titipan tuhan yang harus kita jaga
layaknya seorang tukang parkir tadi yang menjaga kendaraan – kendaraan orang
lain. Titipan yang berarti amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban
nantinya.
Allah menitipkan kita
sepasang mata. Maka selayaknya kita menjaga amanah tersebut dengan
menggunakannya untuk hal-hal kebaikan, melihat indahnya ciptaan Allah,
alam dan seisinya, membaca al-quran, dan akhirnya bisa jadi bahan renungan.
Betapa Allah Maha Besar dengan kuasa agung-Nya yang terhampar disekelilling
kita.ua