Selasa, 06 Januari 2015

DI BALIK SEORANG TUKANG PARKIR GMT/NAV KARAOKE

S
etiap hari,  pak Ahmad selalu standby ditempat parkir  GMT mulai pukul 22.00-03.00 WITA sesuai dengan pembagian shift yang dibagi menjadi tiga shift yaitu shift siang (Pukul 08.00-15.00 WITA), Shift malam (Pukul 15.00-22.00 WITA) dan Shift tengah malam (Pukul 22.00-03.00 WITA). Tangannya melambai-lambai mengisyaratkan sesuatu sembari meniup peluit yang ia gantungkan di lehernya. Semua kendaraan yang masuk ia atur sedemikian rupa agar tertib dan tertata rapi. Dan dengan cekatan pula, ketika ada pemilik kendaraan yang ingin keluar dari tempat parkiran, ia beri aba-aba dengan perlahan agar tak bergesekan  satu sama lain sampai kendaraan itu benar-benar keluar  tanpa ada lecet, goresan  dan kekurangan sedikitpun

Dengan tarif Rp.2.000 untuk kendaraan bermotor dan Rp.3.000 untuk kendaraan Mobil, Tengah malam tanpa merasakan ngantuk, ia pun masih tegap  mengurusi lalu lalang kendaraan yang ia pun  tidak tahu itu punya siapa. Tak tahu sampai kapan ia harus menjaga dan  harus selalu siaga tanpa pernah  bisa berharap  untuk beristirahat walau sejenak. Baru saja duduk melepas dahaga, ada saja kendaraan yang ingin masuk dan  ia pun harus merelakan letih yang  selalu datang setiap saat mengusik ketenangannya.

Kadang betisnya terasa sakit ketika pulang kerumah, tapi semuanya itu ia harus lakukan, Ia tak pernah marah ketika mobil dari berbagai level, dari yang paling murah sampai yang paling mahal akhirnya diambil oleh si pemilik mobil. Karena ia tahu kendaraan itu bukan miliknya. Yaa... Sekedar di titipkan  kepadanya yang sewaktu-waktu dapat diambil terserah  waktunya oleh si pemilik. Biasanya pada pukul 23.00 wita, preman-preman dari lorong Rambutan datang untuk menagih uang keamanan, supaya merasa aman pak ahmad biasa memberi Rp10.000 kepada preman.

Pak ahmad menceritakan berbagai pengalannya mulai dari dia menggantikan helm yang hilang dan bahkan sesekali ia pernah dipukuli oleh orang yang sedang mabuk, dia cerita bahwa, waktu itu ada seorang pria kekar berjumlah enam orang yang sedang mabuk keluar dari Karaoke Nav pukul 02.00 wita dinihari, mereka menggunakan tiga motor saling berboncengan pria itu tidak mau membayar uang parkir, katanya tidak ada uang kecil, namun pak Ahmad tetap menagih karena merasa punya uang kecil untuk mengganti kembalian, namun malahan ia dipukuli dibagian berutnya yang begitu terasa sakitnya, kemudian pria-pria tersebut pergi begitu saja.


kita bisa mengambil pelajaran  yang sangat berharga. Bahwa semua  yang ada pada diri kita, entah itu dari anggota badan, keluarga dan harta hanyalah sebuah titipan tuhan yang harus kita jaga layaknya seorang tukang parkir tadi yang menjaga kendaraan – kendaraan orang lain. Titipan yang berarti amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban nantinya. Allah menitipkan kita sepasang mata.  Maka selayaknya kita menjaga amanah tersebut dengan menggunakannya untuk hal-hal kebaikan,  melihat indahnya ciptaan Allah, alam dan seisinya, membaca al-quran, dan akhirnya bisa jadi bahan renungan. Betapa Allah Maha Besar dengan kuasa agung-Nya yang terhampar disekelilling kita.ua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar